Breaking News

Games

Story

Rabu, 07 September 2016

Wawancara Dosen Pembimbing Akademik

Masa-masa libur dan mos telah berlalu, berbagai kegiatan-kegiatan formal maupun informal aku ikuti dengan perasaan yang berbeda-beda. Tiba akhirnya waktu-waktu kuliah dengan problematika dan kawannya, serta tugas dan mandat yang terus menumpuk bagaikan aliran sungai yang tak pernah berhenti. Dan ya, aku mencoba untuk menyikapi segala nuansa anyar yang aku rasakan di dunia mandiri ini.

Coretan kisah ini menjadi salah satunya. “Wawancara Dosen Pembimbing Akademik”. Awalnya kupikir tugas ini merupakan tugas yang mudah, namun kenyataan berkata sebaliknya. Selain harus membuat janji dengan DPA dan menulis resume wawancara, memposting cerita tentang hal ini juga merupakan salahsatu poin yang ada dalam tugas. Tidak terlalu sulit, memang, tetapi padatnya jadwal mengajar dosen menjadi salah satu rintangan yang harus disikapi secara bijak dalam mengerjakan tugas ini.

Siang ini, aku dan temanku datang ke kantor beliau sembari harap-harap cemas agar beliau ada di ruangan dan bersedia kami wawancarai. Terkesan tergesa-gesa karena link blog ini harus di kirim ke pemandu besok. Tapi bukan anak teknik namanya kalau tidak mengerjakan tugas H-1 deadline.

Canggung mengawali perbincangan kami dengan beliau di siang yang teduh itu. Tapi pada akhirnya percakapan-yang-topiknya-barusaja-ditentukan-sesaat-sebelum-wawancara-dimulai itu berjalan dengan lancar. Berbagai pertanyaan terus mengalir dan nyaris tak terasa bahwa waktu terus berjalan.

Berbagai topik hangat sempat kita bahas, namun ada sepatah dua patah kata dari beliau yang membuatku berpikir, berpikir tentang semuanya.
Kuliah itu berat dik, kita telah diamanahi oleh orang tua untuk belajar disini, jadi saran saya, prioritaskan akademik
Orang tua kita selalu menginginkan putra putrinya untuk menjadi yang tebaik, sedangkan diri kita harus sadar dan mampu membuat pilihan yang terbaik. Jagat kuliah tidak hanya mementingkan urusan akademik saja, urusan non-akademik menjadi satu hal yang penting saat kita merambah ke dunia kerja, dan sudah semestinya kita mengatur waktu untuk kedua hal tersebut.

Perbincangan kami mencapai ujungnya dan sebelum mengakhiri sesi wawancara, beliau berpesan 
Hidup itu seperti puzzle, pasti ada masalah, pasti ada jalan keluar, kerjakan dengan sungguh sungguh, dan pada akhirnya akan terbuka sendiri-sendiri
Sebuah kata-kata yang tak akan didapat dimanapun. Motivasi, semangat, saran, quotes, dan harapan terdapat pada kata-kata yang terucap oleh beliau.

Wawancara ini membuat kami semakin erat dan menambah wawasan tentang ilmu yang belum pernah kami pelajari. Tak terasa satu setengah jam telah berlalu dan itu menjadi satu setengah jam terbaik dalam perkuliahan ini.

Foto bersama DPA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Blogger Templates