Minggu pagi ini, aku terbangun dari tidur dengan membawa sejumlah topik persoalan yang tidak akan pernah hilang adanya. Sinar matahari seolah sengaja dibuat begitu silau sehingga aku segera duduk dan termenung memikirkan apa yang harus ku lakukan selanjutnya. Ku nyalakan televisi kotak yang sudah termakan usia dan melihat beberapa berita di negeri ini yang sangat membosankan, seolah berita dari masa lalu diputar kembali.
Mengapa orang-orang tidak saja mengambil pelajaran dari suatu masalah sehingga kejadian tersebut tidak terjadi kembali?
Ataukah murni kesalahan orang sehingga manusia biasa tidak bisa mengelak karenanya?
Pertanyaan itu selalu menyambut setiap datangnya pagi dan seolah selalu mencari celah-celah yang paling sempit di otak sehingga sangat sulit untuk diusir. Kurasakan ternyata pertanyaan tersebut juga berlaku untukku dan itu semakin menambah beban pikiranku yang idealnya sudah tidak dapat diberi lebih banyak muatan lagi.
Di hari yang tenang ini kutargetkan untuk membereskan semua tugas yang sudah menumpuk setinggi gedung hotel di Jakarta. Minggu produktif, begitu aku menyebutnya.
Tapi ketika aku menyebutkan istilah itu, makhluk yang bernama masalah tiba-tiba mengisi otakku dan membuatku bingung.
Mana yang harus kuselesaikan dahulu? Masalah yang berhubungan dengan kehidupan dan interaksi sosial manusia kah? Atau tugas-tugas kuliah yang akan menentukan bagaimana nilai dan derajatku di perkuliahan?
Picture:
https://myfreetime.files.wordpress.com/2011/09/3ba24815-landscape-20110425.jpg

